Ticker

6/recent/ticker-posts

Millenial Pencinta Debus

 

 


 

Potret penampilan debus khas Banten. (Sumber : Dok. Pribadi Nafis Maulana)

 

Percepatan teknologi informasi dan komunikasi semakin memanjakan kaum milenial dengan berbagai hal yang dapat diakses di media sosial hingga lupa akan kesenian yang zaman dulu dijadikan hiburan bahkan kebudayaan.

 

Nafis Maulana kerap disapa Nafis. Ia salah satu milenial kelahiran Pandeglang, Banten yang sekarang menempuh pendidikan di Stie Dwi Mulya Serang jurusan Manajemen. Baginya, kesenian debus adalah hobi ekstrem yang ia miliki.

 

Bermula saat ia kecil para tetangga menyelenggarakan acara pernikahan ataupun khitanan yang banyak diisi oleh kesenian debus. Dari sana rasa penasaran Nafis akan kesenian debus terus membara hingga ia memasuki perguruan tapak suci.

 

Nyatanya, di perguruan tersebut membuka peluang Nafis untuk mengenal seni beladiri yang diselingi dengan latihan debus sebagai hiburan bagi penonton. Bahkan, first time ia langsung dipercaya menampilkan kesenian debus untuk memeriahkan acara kenaikan kelas masa Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

 

Namun, dibalik sepak terjangnya di kesenian debus restu orang tua menjadi poin penting yang ia pegang ketika ingin tampil. Bahkan sampai sekarang orang tua Nafis selalu khawatir bila anaknya sudah diminta tampil di berbagai acara sebab seni debus dibilang salah satu seni berbahaya dan bisa berakibat fatal.

 

Sebelum tampil Nafis selalu berlatih sebagai persiapan sehingga wajar ketekunan dan kepercayaan dirian yang ia miliki mampu membawa keberuntungan. Ia pun akhirnya mampu menyajikan penampilan yang sempurna hingga membuat para penonton terkagum akan atraksi debus yang ia suguhkan.

 

Namun sangat disayangkan kesenian debus saat ini di Banten kondisinya memprihatinkan. Hal ini disebabkan oleh masuknya budaya modern yang makin marak berkembang hingga melupakan kebudayaan sendiri yang hampir punah salah satunya kesenian debus.


Kondisi seperti ini membuat oknum-oknum tertentu
menghilang falsafah asli dari kesenian debus. Salah satunya kesenian debus yang marak menggunakan trik bahkan hampir mirip dengan trik sulap yang kita lihat di televisi.

 

Padahal, dasar dari kesenian debus dulu dikenal seram sebab dilakukan nyata. Bila pelakon itu mengiris tangan dengan pisau tajam hingga mengeluarkan darah dan pelakon debus tersebut mampu menghentikan bahkan menghilangkan luka bekas irisan tersebut. Biasanya, mereka menggunakan olesan-olesan tertentu hingga doa-doa yang dipercaya.

 

Untuk itu, ia sejak Sekolah Menengah Atas atau SMA bersama teman-teman sejawatnya sudah mengembangkan kesenian debus melalui latihan secara ulet agar terus diasah untuk menggali potensi diri hingga hasilnya dipertontonkan kepada publik di acara tertentu sebagai bukti bahwa kesenian debus di Banten masih diminati kaula muda.

 

Sedangkan harapan Nafis untuk kesenian debus ke depannya khusus di daerah Banten janganlah dimusnahkan. Ia pula berharap pada rekan-rekan yang sefrekuensi untuk terus mengembangkan kesenian debus agar terangkat kembali citranya ke khalayak luas.(MEL)

 

Feature ini telah terbit di media klikwarta.com https://klikwarta.com/millenial-pencinta-debus

Posting Komentar

0 Komentar