Ticker

6/recent/ticker-posts

Permata Kenangan

 

Kompasiana.com


Tatapan itu,

Selalu terlintas dalam ingatan

Ucapan itu,

Selalu terngiang di bilik kenangan ku

 

Aku, melangkah pergi

Mencari permata tempatku berdiri

Tuk melangkahi benak yang tersakiti

Menepis genting yang mewarnai

 

Ku tepis rasa di hati

Demi menatap masa depan yang pasti

Ku tutup catatan hati

Demi meraih cita-cita yang ku nanti

 

Terimakasih sudah mau membersamai

Meskipun, akhirnya saling menyakiti

Aku pergi dengan berjuta kenangan di hati

Tuk bekal, di masa esok dan nanti

 


Posting Komentar

0 Komentar