Kompasiana.com
Tatapan itu,
Selalu terlintas dalam
ingatan
Ucapan itu,
Selalu terngiang di bilik
kenangan ku
Aku, melangkah pergi
Mencari permata tempatku
berdiri
Tuk melangkahi benak yang
tersakiti
Menepis genting yang
mewarnai
Ku tepis rasa di hati
Demi menatap masa depan yang
pasti
Ku tutup catatan hati
Demi meraih cita-cita
yang ku nanti
Terimakasih sudah mau
membersamai
Meskipun, akhirnya saling
menyakiti
Aku pergi dengan berjuta
kenangan di hati
Tuk bekal, di masa esok
dan nanti


0 Komentar